Oleh karena itu, Sri masih menelusuri terkait informasi tersebut dengan berkordinasi pihak RS Moewardi Solo tempat pasien meninggal dunia.
"Itu yang kita masih telusur sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang pasti. Ini menyangkut confidential dari pasien. Di dalam kode etik dan sumpah jabatan di kedokteran memang tidak boleh membuka identitas pasien apalagi diagnosis. Kita terus komunikasi dengan RS di sana," tuturnya.
Nantinya, lanjut Sri, jika sudah dapat informasinya, Dinkes Kota Bogor segera menelusuri terkait lokasi kegiatan yang dihadiri pasien positif korona itu termasuk pesertanya dan lainnya.