Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengklaim, sejauh ini belum ada pasien dari Kulonprogo yang positif terjangkit virus corona. Untuk itulah, dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (germas). Salah satunya dengan melakukan cuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjaga pola makan yang sehat.
“Kita tidak perlu panik, tetapi harus waspada. Hindari kerumunan dengan banyak orang,” pinta Sutedjo.
Pemkab Kulonprogo juga telah membentuk gugus tugas penanganan corona. Baik dengan melibatkan dinas kesehatan, rumah sakit, dinas pendidikan, dinas pariwisata dalam upaya pencegahan. Termasuk penanganan para siswa yang diminta untuk sekolah dari rumah secara online.
Sesuai instruksi gubernur, para siswa ini belajar di rumah mulai 21 hingga 31 Maret. Nantinya akan dilakukan evaluasi, apakah cara ini efektif atau tidak. Untuk itulah masyarakat harus mendukung kebijakan yang ada, dan mengawasi anak-anak tetap di rumah.
(Rizka Diputra)