PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (23/3/2020) mengatakan kepada otoritas keagamaan bahwa ia menentang gagasan untuk memberlakukan penguncian total (total lockdown) di Prancis untuk memerangi wabah virus corona (COVID-19). Hal itu diungkapkan seorang sumber yang dekar dengan salah satu peserta pertemuan tersebut.
Macron telah memerintahkan warga Prancis agar tetap tinggal di rumah selain untuk membeli bahan makanan, bepergian ke tempat kerja, berolahraga, atau untuk perawatan medis. Namun, beberapa profesional medis menyerukan tindakan yang lebih ketat.
"Tidak akan ada penutupan total," kata seorang sumber yang dekat dengan Rabbi Kepala Prancis Haim Korsia kepada Reuters. Sang Rabbi ikut ambil bagian dalam pertemuan di istana Elysee pada Senin.
"(Macron) mengatakan (ini) pada dasarnya, karena itu (lockdown) akan menyebabkan lebih banyak penderitaan daripada penyembuhan."
Sumber itu mengatakan bahwa pertemuan Macron dengan para pemimpin agama juga menyimpulkan bahwa perayaan liburan Kristen Paskah dan liburan Paskah Yahudi mungkin tidak akan diadakan tahun ini, kata sumber itu.
"Jika lockdown dipertahankan, yang seharusnya demikian, tempat ibadah tidak dapat diakses dan reuni keluarga tidak akan mungkin (dilakukan)," tambah sumber itu.
(Rahman Asmardika)