MAGELANG – Berdasarkan laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Magelang Jawa Tengah dari 6 Januari sampai Maret ini, ada 52 kasus.
Sedangkan laporan elektronik, yakni laporan berdasarkan hasil pemasukan data kenaplikasi yang sudah ada sebanyak 6 kasus. Total dari keseluruhan laporan tersebut ada 58 kasus DB di Kabupaten Magelang.
“Laporan KDRS 52 kasus, dan laporan berdasarkan DBD elektronik 6 kasus yang standar laporan provinsi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti seperti dikutip KRJogja Jumat (27/3/2020).
Dikatakan Retno, daerah terbanyak yang terjangkit DBD saat ini ada di kecamatan Muntilan, Grabag, dan Borobudur. “Kami berencana untuk membentuk Jumantik di desa-desa endemis dan implementasi G1R1J,” jelasnya.
Diketahui G1R1J merupakan gerakan satu rumah satu jumantik (Juru Pemantau Jentik). Melihat hal tersebut, Retno menyebutkan upaya yang dilakukan Dinkes Kabupaten Magelang untuk menekan kasus tersebut.