Terkait pelaksaan waktu tes nantinya lanjut Husnul, masih menunggu pemetaan siapa saja yang akan diprioritaskan dites mengingat alat rapid test yang tersedia juga terbatas.
“Jadi kita petakan dulu sasarannya itu, nanti disesuaikan dengan jumlah alat rapid test baru dijadwalkan,”beber Husnul.
Baca Juga : Pasien Positif Corona yang Sembuh di Indonesia Bertambah Jadi 59 Orang
Pihaknya menambahkan dari tenaga medis yang menjadi garis depan penanganan corona akan diprioritaskan dites menggunakan alat rapid test ini.
“Sasaran pertama petugas kesehatan yang masuk ODP (Orang Dalam Pemantauan), kemudian petugas kesehatan yang melakukan kontak tracking (penelusuran terhadap pasien positif corona). Ketiga orang yang kontak erat resiko tinggi, yang belum dilakukan pemeriksaan swab,” pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)