“Sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik, terutama dari pekerja informal di Jabodetabek menuju provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, serta ke Jawa Timur,” ungkapnya.
Kepala Negara mencatat, pada 2019 lalu, terjadi pergerakan orang kurang lebih 19,5 juta ke seluruh wilayah Indonesia. Jika kondisi yang sama terjadi pada tahun ini, maka itu sangat berisiko karena virus corona kini sedang mengganas.
“Oleh sebab itu di tengah merebaknya pandemi Covid-19, adanya mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran covid-19,” pungkasnya.
(Awaludin)