"Kalau kita berharap 100 persen mempengaruhi masyarakat kayaknya sulit sekali, tapi itu pilihan yang terbaik bagi pemerintah untuk tidak lelah menyosialisasikan, kalau mudik itu sebenarnya dia tidak mencintai keluarga besarnya," ucapnya.
Solusi dari semua itu adlaah kebijaksanaan dari pemimpin dan tokoh masyarakat yang bisa menyuarakan tentang pentingnya menunda mudik demi memutus rantai penyebaran virus.
"Kalau saya begini, terpenting ini satu leadership, tokoh-tokoh kepemimpinan, tidak mesti di pemerintah pusat, provinsi, kota, hingga kabupaten, dan pemimpin di komunitas harus satu suara," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)