1.200 Titik Zona Merah Corona di Jateng Disemprot Disinfektan

Taufik Budi, Jurnalis
Rabu 01 April 2020 07:31 WIB
Penyemprotan disinfektan serentak di wilayah Jawa Tengah (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)
Share :

SEMARANG - Sebanyak 1.200 titik zona merah corona di Jawa Tengah (Jateng) secara serentak disemprot cairan disinfektan oleh petugas gabungan. Langkah itu sebagai upaya untuk mencegah sekaligus menanggulangi penyebaran virus corona (Covid-19).

Penyemprotan massal itu melibatkan kendaraan taktis baik water canon, double cabin, dan Unit Kimia, Biologi dan Radioaktif (KBR) Brimob dan Samapta. Dalam kegiatan ini terbagi dalam 4 kelompok besar guna menyemprot khusus di jalan raya dan daerah zona merah.

“Ada sekira 1.200-an titik penyemprotan di seluruh Jawa Tengah yang akan dilaksanakan oleh jajaran Polda Jawa Tengah dengan mengirimkan sekitar 7.300-an personel dari Polri, TNI, dan unsur pemerintah daerah, SAR, BPBD, dan unsur lain yang terkait termasuk ada beberapa relawan,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Selasa 31 Maret 2020.

Zona merah dengan sebaran Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona terbanyak. Di antaranya adalah sepanjang jalan protokol Kota Semarang, Kota Lama Semarang, Simpang Lima Semarang. Selain itu, juga perumahan warga seperti Kelurahan Kuningan, Krobokan, Tawangsari, Manyaran, Kembangsari, Ramun Harjo, Randu sari, Bendungan, Kali wiru, dan Bendan Ngisor.

“Tujuan dari penyemprotan ini bukan hanya sekadar melakukan pencegahan untuk melakukan penyemprotan tempat yang mungkin terdapat virus. Titik-titik yang berdasarkan pemetaan provinsi sudah masuk zona merah, titik-titik yang paling banyak tersebar baik itu positif PDP maupun ODP,” terangnya.

Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang turut dalam kegiatan tersebut menyambut baik kerja bersama untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Apalagi, tren kasus corona di Kota Semarang cenderung meningkat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya