"Saya percaya tim Pemprov bisa menggerakkan untuk memproduksi lebih banyak," imbuhnya.
Produk Alat Pelindung Diri (APD) Coverall buatan RS UMM sendiri dibanderol dengan harga Rp 200 ribu per potong, dengan pakaian APD yang sesuai standar keamanan medis. "Kalau tidak menangani pasien Covid-19 bisa pakai APD yang biasa harganya Rp 50 ribuan," lanjut Thontowi.
Selain APD untuk tenaga medis, pihak UMM juga memproduksi alat safety chamber atau bilik keselamatan untuk menunjang kerja dokter agar tetap aman. Alat berbentuk kotak transparan ini diharapkan mampu meminimalisir penularan virus ke tenaga medis.
"Cara penggunaannya pasien tinggal masuk ke pelindung yang terbuat dari bahan mika untuk diketahui gejala yang dirasakan. Tenaga medis yang bertugas tentunya akan lebih akan karena dipisahkan ruang dari pasien," jelas Thontowi.
Nantinya, alat bilik keselamatan ini dilengkapi dengan sejumlah fitur lain untuk meminimalisir penularan, seperti alat bantu pernapasan sehingga tetap merasa nyaman saat pemeriksaan di dalam safety chamber.