JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih terus mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), di tengah merebaknya virus corona (Covid-19). Pengusutan itu ditandai dengan pemanggilan seorang saksi pada hari ini.
Seorang saksi yang dipanggil KPK yakni, Advokat Hertanto. Hertanto kembali dipanggil KPK untuk diperiksa guna melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Sekretaris MA, Nurhadi (NHD).
"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka NHD," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (2/4/2020).
Belum diketahui apa yang akan digali penyidik terhadap Hertanto. Diduga, KPK bakal mendalami soal keberadaan Nurhadi cs yang hingga kini masih buron.
Hertanto sendiri pernah dipanggil KPK sebagai saksi pada 24 Maret 2020. Namun, ia mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada saat itu. KPK kemudian menjadwal ulang pemeriksaan Hertanto pada hari ini.
Baca juga: Belum Berstatus PSBB, Jakarta Tidak Bisa Batasi Operasional Transportasi Umum