Pandemi Covid-19, DPR Minta Pemerintah Terapkan PSBB Secara Efektif

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Jum'at 03 April 2020 13:46 WIB
Foto: Illustrasi Okezone.com
Share :

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Daulay meminta pemerintah agar tegas dalam melaksanakan semua kebijakan yang sudah ditetapkan, dalam rangka pencegahan virus corona atau Covid-19. Seperti penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus diberlakukan secara efektif.

Apalagi, lanjut Saleh, berdasarkan perkiraan Badan Intelijen Negara (BIN) estimasi pandemi virus Corona atau Covid-19 bakal terjadi hingga bulan Juli 2020.

"Saya melihat bahwa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tidak akan berlaku efektif, jika tidak ditegakkan secara ketat dan disiplin. Selain itu, harus ada juga kekonsistenan aturan yang disampaikan kepada masyarakat. Kesamaan dan keseragaman informasi mesti diperhatikan dengan sungguh-sungguh," ujar Saleh kepada Okezone di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

 

Saleh mendorong agar pemerintah dapat segera melakukan rapid test massif di tengah masyarakat. Menurutnya, cara itu sebuah upaya mencegah pelonjakan pasien positif Corona di tanah air.

"Rapid test ini sangat diperlukan untuk mengetahui peta persebaran virusnya. Di samping itu, dapat digunakan untuk contact tracing (menelusuri) riwayat kontak yang ada," jelas Saleh.

Disamping itu, lanjut Saleh, pemerintah juga harus menyiapkan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan oleh tenaga medis. Mulai dari Alat Pelengkap Diri (APD) dan masker standar merupakan alat penting yang harus tersedia.

Menurut Saleh, pemerintah tidak bisa membiarkan dokter dan tenaga medis merawat mereka yang sakit tanpa proteksi yang benar. Dokter dan tenaga medis harus dilindungi terlebih dahulu, mengingat mereka adalah garda terdepan dalam perang melawan covid-19 saat ini.

"Kalau alkes dan APD-nya lengkap, dokter dan tenaga medis kita akan lebih percaya diri. Saat ini, secara mental mereka juga tidak nyaman. Sudah banyak dokter dan tenaga medis yang meninggal karena positif corona," tandas Saleh.

Sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, berdasarkan data kajian Badan Intelijen Negara (BIN) estimasi pandemi virus Corona atau Covid-19 bakal terjadi hingga bulan Juli 2020.

Kemudian megacu data kajian BIN memprediksi pada akhir Juni akan 105.765 dan akhir Juli mencapai 106.287. Ini diperkirakan bakal menjadi puncak pandemi corona.

"Puncaknya akhir Juni atau akhir Juli. Ini estimasi," bebernya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya