Abaikan Perintah Tinggal di Rumah, Permukiman Ultra-Ortodoks Yahudi di Israel Terpapar Virus Corona

Agregasi VOA, Jurnalis
Sabtu 04 April 2020 12:07 WIB
Bnei Brak, permukiman ultra Ortodoks Yahudi di Israel. (Foto/Wikimedia)
Share :

BNEI BRAK - Awal pekan ini, jalan-jalan di Bnei Brak, kota di bagian tengah Israel, ramai dipenuhi para pembelanja. Mematuhi para pemimpin agama mereka, komunitas ultra-Ortodoks yang mayoritas di kota itu, mengabaikan perintah tinggal di rumah sebagai bagian dari usaha mencegah penyebaran virus corona.

Bnei Brak menjadi pusat penyebaran virus corona terburuk di negara itu, Jumat (3/4) dan kota tersebut menjadi seperti kota hantu. Seorang pakar mengatakan kepada Associated Press, hampir 40 persen penduduk kota itu tertular virus tersebut.

Kota itu dikecam banyak kelompok sekuler di Israel karena meremehkan usaha nasional mengendalikan virus corona. Kecaman terutama tertuju kepada komunitas-komunitas ultra-Ortodoks (atau Haredi) yang diketahui memiliki angka kasus yang dikukuhkan jauh lebih tinggi daripada komunitas-komunitas lainnya.

Baca juga: Kota Jia di China Lockdown Usai Warga Positif Virus Corona

Baca juga: Pasien Virus Corona di Spanyol Dapat Fasilitas Hotel Bintang Lima saat Karantina

Krisis yang dihadapi komunitas ultra-Ortodoks ini berakar dari berbagai faktor. Mereka cenderung hidup di kawasan-kawasan permukiman yang padat dan miskin, di mana penyakit dengan mudah menular. Sinagoga-sinagoganya, yang menjadi pusat kehidupan sosial, mempertemukan banyak orang dalam ruang-ruang yang sempit.

"Wabah di Bnei Brak sama dengan wabah di Tel Aviv. Yakoov Litzman tidak hanya mengingkari para pemilihnya. Ia mengingkari semua warga Israel,” kata Zehava Galon, mantan pemimpin partai sekuler, Meretz, dalam tulisannya di harian Haaretz.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya