Abaikan Perintah Tinggal di Rumah, Permukiman Ultra-Ortodoks Yahudi di Israel Terpapar Virus Corona

Agregasi VOA, Jurnalis
Sabtu 04 April 2020 12:07 WIB
Bnei Brak, permukiman ultra Ortodoks Yahudi di Israel. (Foto/Wikimedia)
Share :

Litzman adalah menteri kesehatan Israel. Tokoh ultra-Ortodoks berpengaruh yang ditunjuk untuk memimpin perang melawan virus corona ini termasuk yang menentang gagasan perintah tinggal di rumah.

Pada Kamis (2/4), ia dinyatakan positif tertular virus corona. Karena statusnya yang positif itu, PM Benjamin Netanyahu, dirjen kementerian kesehatan, kepala dinas intelijen Mossad, serta banyak pejabat tinggi lainnya, menjalani karantina karena kontak mereka dengan Litzman.

Ketika Israel mulai menutup sekolah-sekolah, kantor-kantor dan bandara internasionalnya bulan lalu untuk memperlambat perebakan wabah, Litzman bukan satu-satunya pemimpin agama yang menentang, Rabi berpengaruh dari Bnei Brak, Chaim Kanievsky, mengatakan, menghentikan kegiatan-kegiatan keagamaan lebih berbahaya daripada virus corona.

Dalam beberapa pekan terakhir, usaha polisi untuk menegakkan perintah karantina di Bnei Brak dan kawasan-kawasan permukiman relijius di Yerusalem disambut aksi protes. Beberapa demonstran meneriakkan kata “Nazi” ketika polisi menangkap dan mendenda para pelanggar.

Israel memiliki lebih dari 6.800 kasus yang telah dikukuhkan dengan 36 kematian. Kasus paling banyak ditemukan di Yerusalem dan Bnei Brak, yang dihuni banyak komunitas ultra-Ortodoks.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya