Pembuat robot Tunisia, Anis Sahbani mengatakan kepada AFP, mesin itu pertama kali diproduksi pada 2015 untuk melakukan patroli keamanan dan beroperasi melalui kecerdasan buatan.
#Tunisia deploys police robot on lockdown patrol
More to know at: https://t.co/1PN9oBhz93#COVID2019 #Corona pic.twitter.com/HrrTUSJNyE— Alghadeer English (@alghadeertv_eng) April 4, 2020
Robot itu, yang dibangun oleh perusahaan Enova Robotics milik Sahbani, berharga antara 100.000-130.000 euro (sekira Rp1,7 miliar-Rp2,3 miliar) dan sebagian besar telah dijual ke ke perusahaan di luar negeri untuk keamanan.
Sejumlah robot juga telah disumbangkan ke Kementerian Dalam Negeri Tunisia.
Berbasis di kota timur Sousse, perusahaan tersebut sekarang berencana untuk menyebarkan robot lain di rumah sakit Tunis untuk membantu pasien yang terinfeksi virus corona bisa berkomunikasi dengan kerabat.
(Rachmat Fahzry)