TUNIS - Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengerahkan robot polisi [Robocop] untuk berpatroli di jalan-jalan Tunis, ibu kota Tunisa untuk menegakkan karantina wilayah alias lockdown yang diberlakukan pada bulan memerangi penyebaran virus corona.
Dikenal dengan PGuard, robot itu dioperasikan dari jarak jauh dan dilengkapi dengan kamera inframerah dan termal. Selain itu, robot juga dilengkapi sistem alarm suara dan cahaya.
Dalam gambar dan suara yang diposting di laman Kemendagri Tunisia pada bulan lalu, PGuard memanggil pelanggar aturan lockdown, "Apa yang kamu lakukan? Tunjukkan pada saya ID Anda. Anda tidak tahu ada lockdown?"
Baca juga: Petugas KesehatanTeletubbies, Merawat Sekaligus Menghibur Pasien Corona di Filipina
Baca juga: Abaikan Perintah Tinggal di Rumah, Permukiman Ultra-Ortodoks Yahudi di Israel Terpapar Virus Corona
Pemerintah Tunisia juga telah menerapkan jam malam malam sejak 17 Maret dan sudah memberlakukan lockdown dari 22 Maret.
Sejak 2 Maret, 14 orang telah meninggal karena virus corona di Tunisia di mana 455 kasus yang dikonfirmasi telah terbukti positif untuk penyakit ini.