Sebelum akhirnya berpindah tangan kepemilikan kepada Widjanarko Puspoyo pada tahun 2004, saat dia menjabat sebagai Kepala Bulog. Saat Widjanarko terbelit kasus korupsi impor sapi fiktif, rumah tersebut pun akhirnya disita oleh pihak Kejaksaan sebagai salah satu kekayaan uang dimiliki Widjanarko.
Kejaksaan Agung akhirnya memutuskan menyerahkan aset tersebut pada Pemkot Solo, untuk dikelola. Dan dimasa Pandemi Corona Covid-19 ini, Pemkot Solo menjadikan Ndalem Joyokusuman sebagai lokasi karantina para perantau untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
Segala persiapan sudah dilakukan oleh Pemkot Solo. Beberapa kamar sudah terlihat kasur untuk para perantau. Jarak antar kasur dengan kasut lainnya, berjarak 1,5 meter. Selain kamar yang sudah dipersiapkan, lokasi berjemur sekaligus bersantai untuk para perantau selama masa karantina 14 hari pun sudah dipersiapkan.
Menurut Walikota Solo, Ndalem Joyokusuman ini mampu menampung sekira 70 orang. Semua persiapan, ungkap Rudy, sudah hampir selesai. Nantinya di setiap kamar karantina, ada penambahan tempat untuk cuci tangan di depan masing-masing kamar. Tinggal tandon air dan sekat, paling seminggu lagi selesai dan siap digunakan.
"Kalau untuk karantina 70 orang bisa menampung lah," jelas Rudy, Sabtu (4/4/2020).