BEKASI - Memasuki bulan kedua pasca merebaknya virus corona atau Covid-19, membuat driver online (DO) di wilayah Kota Bekasi terhimpit masalah ekonomi.
Mereka terpaksa diam di rumah setelah virus menular itu menjalar di wilayah Kota Bekasi. Adanya virus yang semula di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu berdampak kepada pemasukannya.
"Untuk saat ini saya gak pernah keluar, karena kalau pun memaksakan keluar pun sepi orderan. Paling dapet empat dan dibubarkan polisi," kata Wisnu Febriyan (32) ketika berbincang dengan Okezone, Selasa (7/4/2020).
Terlebih lagi, bila pun memaksakan menarik dirinya harus rela dibubarkan oleh pihak berwajib, karena ada larangan berkumpul atapun berkerumun.
"Iya di Galaxy sama di Kemang Pratama pernah dibubarkan polisi karena pembatasan berkumpul," beber warga RT 001/003 Kelurahan Bojong Menteng, Kelurahan Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Timur itu.
Karenanya virus corona yang kian mewabah ini, memaksa keluarganya makan seadanya. Apalagi, dirinya sudah tidak menarik hampir dua bulan ini.
"Keluarga sekarang terpaksa makan seadanya dan serba di irit, karena dari kelurahan dan kecamatan enggak sigap untuk penanganan imbas corona ini," cetus dia.
Belum lagi masalah cicilan kendaraan yang dia pakai untuk mengais rezeki, yang kerap ditagih oleh pihak leasing. Dia pun mengaku bingung dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Meski pun, sebelumnya dirinya bersama dengan DO lainnya sempat sumringah dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan solusi atas permasalahan cicilan.
"Saya dan kawan-kawan TaxOl sudah senang pidato presiden di tengah-tengah bencana, yang membuat orderan jadi sepi karena seruan Work From Home, dan Belajar di rumah mau memberikan solusi. Tapi kenyataannya pidato presiden tidak teralisasi dan pihak lising atau bank ya berkelit seperti itu," bebernya.
Karena kebijakan yang tak sesuai dengan praktik di lapangan, dia menganggap apa yang disampaikan Presiden Jokowi mengenai penangguhan kreditan hingga satu tahun menjadi rancu.
"Karena masih ada saja, pihak leasing yang berkelit bahkan mereka bilang kami juga cari makan. Satu sisi kita mendapatkan dispensasi yang disampaikan presiden," katanya.
"Karena di bawah sudah gaduh. Seharusnya menciptakan atau menghindari kisruh atau konflik di tengah-tengah wabah bencana. Karena kenyataan di lapangan masih jauh berbeda dari apa yang presiden sampaikan. Pihak leasing atau bank pada berkelit kalau belum ada Kepres dan dalam klausul kredit tidak ada penangguhan," tambah dia.
(Awaludin)