Meski pun, sebelumnya dirinya bersama dengan DO lainnya sempat sumringah dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan solusi atas permasalahan cicilan.
"Saya dan kawan-kawan TaxOl sudah senang pidato presiden di tengah-tengah bencana, yang membuat orderan jadi sepi karena seruan Work From Home, dan Belajar di rumah mau memberikan solusi. Tapi kenyataannya pidato presiden tidak teralisasi dan pihak lising atau bank ya berkelit seperti itu," bebernya.
Karena kebijakan yang tak sesuai dengan praktik di lapangan, dia menganggap apa yang disampaikan Presiden Jokowi mengenai penangguhan kreditan hingga satu tahun menjadi rancu.
"Karena masih ada saja, pihak leasing yang berkelit bahkan mereka bilang kami juga cari makan. Satu sisi kita mendapatkan dispensasi yang disampaikan presiden," katanya.
"Karena di bawah sudah gaduh. Seharusnya menciptakan atau menghindari kisruh atau konflik di tengah-tengah wabah bencana. Karena kenyataan di lapangan masih jauh berbeda dari apa yang presiden sampaikan. Pihak leasing atau bank pada berkelit kalau belum ada Kepres dan dalam klausul kredit tidak ada penangguhan," tambah dia.
(Awaludin)