Sedangkan bagi perusahaan automotif dan elektronik sudah tinggal memproduksi 50 persen. Itu terjadi sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan pandemi virus corona. Beberapa pemasok yang bekerja sama dengan induknya juga sudah merubah hari kerja.
"Dari semula seminggu penuh, berubah hanya dua hingga tiga hari kerja saja," paparnya.
Dia menyakini kondisi seperti ini akan berdampak terhadap perusahaan kategori menengah ke bawah bila tidak ada toleransi untuk bisa bertahan.
"Diperlukan kebijakan pemerintah yang memiliki keberpihakan terhadap perusahaan menengah ke bawah agar mereka mendapat kepastian bisnis," katanya.