Petani Sulteng Surplus Beras Meski Pandemi COVID-19

Wilda Fajriah, Jurnalis
Jum'at 10 April 2020 12:53 WIB
Foto: BPPSDM
Share :

SULAWESI TENGAH - Semakin meluasnya penyebaran wabah COVID-19, tidak membuat petani di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) takut turun ke sawah, justru petani makin bersemangat melakukan aktivitasnya di sawah untuk penuhi stok pangan di Provinsi Sulteng. Bahkan Sulteng mampu surplus beras ditengah pandemi COVID-19.

Semangat petani ini sejalan dengan yang disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi COVID-19.

"Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian," tegas SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi juga menambahkan di masa pandemi COVID-19, petani adalah pejuang untuk melawan COVID-19. Karena dengan petani panen, maka pangan akan selalu ada sebagai imunitas utama untuk melawan COVID-19.

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Saat ini pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarkat. Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi," ujar Dedi.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Trie Iriany membenarkan penyuluh dan petani di wilayahnya semangat berjuang mengejar tanam dan sekarang hasilnya tidak sia-sia.

“Saat COVID-19 ini masuk ke Indonesia, Sulteng sudah menyiapkan stok pangan, bahkan dari luas tanam tiga bulan sebelumnya kita masih surplus beras sampai dengan bulan Juni sebesar 94.981 ton," kata Trie.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya