Proses produksinya dengan cara dijahit. Kemudian disterilkan dengan disemprotkan disinfektan ke seluruh baju hazmat yang telah selesai hingga dikemas sesuai standar.
"Ada dua jenis bahan yang digunakan, taslan (reusable) dan spunbound (disposable). Ini hasil konsultasi dengan dokter berdasarkan saran dan kebutuhan di lapangan," ujarnya.
Apalagi saat ini, lanjut dia, baju hazmat sangat dibutuhkan para tenaga medis. Utamanya bagi yang menangani pasien covid-19.
"Kami akan distribusikan dengan harga ekonomis dan sesuai standar medis. Hal ini kami lakukan dalam membantu upaya pemerintah dan rumah sakit untuk mendistribusikan APD hazmat ini ke rumah sakit yang membutuhkan," imbuhnya.
Produksi pertama baju hazmat tersebut telah disalurkan ke Rumah Sakit Hapsah dan Puskesmas Libureng di Kabupaten Bone. Bahkan, Wagub Sulsel ikut berdonasi dalam produksi pertama APD baju hazmat.
(Hantoro)