PVMBG: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Fluktuatif, Jangan Ada Kegiatan Radius 2 Km

CDB Yudistira, Jurnalis
Sabtu 11 April 2020 09:52 WIB
Ilustrasi
Share :

BANDUNG - Pascapenurunan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II) pada 25 Maret 2019, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berfluktuasi. Selama Januari hingga Maret 2020 aktivitas erupsi masih terjadi. Erupsi terjadi tidak menerus.

Data Pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berdasarkan pengamatan visual selama Januari 2020 terjadi empat kali erupsi pada tanggal 17 dan 15 Januari menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu dengan tinggi maksimum 500 m dari atas puncak.

Pada tanggal 6 hingga 11 Februari 2020 terjadi rangkaian erupsi menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu tebal dengan ketinggian maksimum 1.000 meter dari atas puncak.

Selama Maret 2020 erupsi terjadi dua kali erupsi pada tanggal 18 Maret 2020, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu setinggi 300 meter dari atas puncak. Saat tidak terjadi erupsi, teramati hembusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum 150 m dari atas puncak.

Baca Juga: BMKG Pastikan Letusan Gunung Anak Krakatau Tak Memicu Tsunami

"Pada tanggal 10 April 2020, terjadi dua kali erupsi, menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu tebal setinggi 500 meter dari atas puncak, diikuti dengan erupsi menerus tipe strombolian," kata Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Kasbani, melalui rilis yang diterima wartawan, Sabtu (11/4/2020).

Kasbani mengatakan, tidak terdengar suara gemuruh atau dentuman akibat erupsi. Menjelang dan selama erupsi, gempa-gempa Vulkanik masih terekam dengan jumlah yang belum signifikan, menunjukkan masih terjadinya suplai magma ke kedalaman yang lebih dangkal.

"Pengamatan deformasi dengan tiltmeter berfluktuasi dan menunjukkan gejala kenaikkan yang tidak signifikan sejak 5 April 2020 hingga kejadian erupsi pada 10 April 2020 pukul. 22:35 WIB, diduga akibat energi yang relatif tidak terlalu besar," kata dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya