JAKARTA – Sebanyak 40 persen anak-anak berusia remaja masih belum menaati peraturan pemerintah untuk tidak keluar kerumah guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Hal itu terlihat dari hasil survei jajak pendapat United Nations Childrens Fund (UNICEF) untuk Indonesia atau organisasi dunia yang fokus pada anak-anak.
Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku dari UNICEF, Rizky Ika Syafitri mengatakan, masih banyak remaja yang keluar rumah bukan untuk keperluan mendesak. Oleh karenanya, Ika Syafitri meminta larangan anak-anak khususnya remaja untuk tidak keluar rumah diperkuat.
"Kita juga bertanya apakah dalam 7 hari terakhir anak-anak ini keluar rumah untuk kepentingan selain membeli makanan atau berobat? Dan 40 persen masih menjawab iya. Artinya larangan untuk berkumpul, larangan ketika berpergian atau di rumah saja, pesan-pesan itu perlu diperkuat," kata Ika Syafitri saat konpers di Graha BNPB yang ditayangkan lewat akun Youtube BNPB, Sabtu (11/4/2020).
Ika Syafitri menjelaskan, jajak pendapat yang dilakukan UNICEF digelar pada 27 hingga 31 Maret 2020 melalui platform U-Report. Saat itu virus corona sudah mulai mewabah di Indonesia.
Dalam jajak pendapat tersebut juga terungkap sebanyak 60 persen anak muda yang mengikuti survei menyatakan orang-orang di sekitar mereka belum menjaga jarak sekira 1 meter sesuai anjuran pemerintah.