“Ada yang bilang program ini gagal dan mengancam keamanan nasional. Saya rasa sebaliknya. Ini bukti koordinasi pengawasan berjalan baik,” tuturnya.
Yasonna menjelaskan, dasar pemberian asimilasi dan integrasi pada puluhan ribu warga binaan karena alasan kemanusiaan serta lapas yang over kapasitas di tengah pandemi Covid-19.
Yasona meyakini programnya tersebut akan berhasil dengan kerja sama semua pihak, koordinasi Ditjen PAS serta penegak hukum, masyarakat, dan pihak keluarga yang memberi jaminan.
“Jika ada berita tentang warga binaan kembali berulah, segera koordinasi ke Polres setempat. Periksa, jika itu adalah warga binaan yang diasimilasikan, langsung masukkan lagi ke straft cell,” ujarnya.
(Arief Setyadi )