NUNUKAN - Melalui (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) Kostrarani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) didukung dengan penguatan sarana prasarana dan peningkatan kapasitas SDM pertanian, selain sebagai simpul penyelenggaraan pembangunan pertanian yang berpusat di kecamatan.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, hadirnya Kostratani ini bertujuan membangun ekosistem pertanian lewat digital. “Ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pendekatan yang baru, lebih modern,” ujar Mentan Syahrul, Sabtu (18/4/2020).
Seperti yang dilakukan di Kabupaten Nunukan hingga bulan April ini tercatat telah panen 1.968 ha dengan provitas rata-rata 5 ton/ha.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan Masniadi, menyampaikan petani di Kabupaten Nunukan terus bergerak dan tidak berhenti untuk melakukan olah lahan dan panen di lahan pertanian yang dimilikinya.
“Ini merupakan hasil upaya bersama antara petani, penyuluh dan POPT yang berjuang meningkatkan produksi dan menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Nunukan. Dengan adanya kostratani dan pendampingan penyuluh pertanian produktivitas petani selalu terjaga”, ujar Masniadi.