Di Tengah Pandemi COVID-19, Kolaborasi Kostratani Hasilkan Panen di Daerah Perbatasan

, Jurnalis
Sabtu 18 April 2020 22:06 WIB
Foto: Kementan
Share :

NUNUKAN - Melalui (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) Kostrarani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) didukung dengan penguatan sarana prasarana dan peningkatan kapasitas SDM pertanian, selain sebagai simpul penyelenggaraan pembangunan pertanian yang berpusat di kecamatan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, hadirnya Kostratani ini bertujuan membangun ekosistem pertanian lewat digital. “Ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pendekatan yang baru, lebih modern,” ujar Mentan Syahrul, Sabtu (18/4/2020).

Seperti yang dilakukan di Kabupaten Nunukan hingga bulan April ini tercatat telah panen 1.968 ha dengan provitas rata-rata 5 ton/ha.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan Masniadi, menyampaikan petani di Kabupaten Nunukan terus bergerak dan tidak berhenti untuk melakukan olah lahan dan panen di lahan pertanian yang dimilikinya.

“Ini merupakan hasil upaya bersama antara petani, penyuluh dan POPT yang berjuang meningkatkan produksi dan menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Nunukan. Dengan adanya kostratani dan pendampingan penyuluh pertanian produktivitas petani selalu terjaga”, ujar Masniadi.

Sementara itu Fadli Ramadhani, penyuluh pertanian di wilayah setempat menerangkan dengan adanya Kostratani semua fungsional bergerak dan berperan, bahkan tidak hanya penyuluh pertanian, tetapi juga fungsional lainnya seperti mantri tani, POPT.

“Alhamdulillah kami bersama petani dan POPT masih punya semangat yang tinggi melakukan kegiatan usaha tani, terutama untuk mendukung program Pemerintah. Kami konsisten saling berkolaborasi di lapangan dalam hal berbagi informasi teknologi ataupun diseminasi teknologi tepat guna dalam pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan penyuluhan, khususnya di masa pandemi COVID-19 ini,” kata Fadli.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan kepada Penyuluh pertanian dan Petani, meskipun ditengah pandemik COVID-19, sektor pertanian tidak berhenti. Peran petani dan penyuluh justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian. “Pangan sebagai imunitas utama untuk melawan COVID-19 dan memegang peran yang sangat penting hidup matinya suatu bangsa.

Saat ini, pejuang melawan COVID-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis, tetapi juga segenap insan pertanian harus bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” tutup Dedi.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya