Oman Larang Pertemuan Massal Selama Ramadan

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Selasa 21 April 2020 16:39 WIB
Masjid Agung Sultan Qaboos, Musqat, Oman. (Foto/Wikimedia Commons)
Share :

MUSCAT - Oman melarang pertemuan massal selama bulan suci Ramadan dan memperpanjang protokol lockdown di ibu kota Muscat hingga 8 Mei karena kasus virus corona terus meningkat.

Virus corona di Oman sejauh ini menjangkiti 1.508 orang dan menyebabkan 8 kematian, merujuk data Universitas Johns Hopkins.

Mengutip Al Arabiya, Selasa (21/4/2020) Komite tertinggi Oman mengerluarkan pernyataan bahwa warga dilarang mengadakan pertemuan massal sealama Ramadan, menyusul pengumuman serupa di negara-negara Teluk tetangga.

"Komite menekankan pentingnya menghindari semua pertemuan selama Bulan Suci Ramadan," kata komite itu dalam sebuah pernyataan.

"[Komite] menegaskan bahwa penutupan masjid, bahkan untuk salat Tarawih akan berlanjut, kecuali untuk panggilan untuk salat (azan)," tambahnya pernyataan tersebut.

Pernyataan menekankan bahwa acara seperti seperti buka puasa di masjid, majelis umum dan kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan kegiatan kelompok lainnya sangat dilarang.

Langkah Oman ini mengikuti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, yang telah melarang salat tarawih di masjid.

Masjidil Haram dan Masjib Nabawi tutup

Pemerintah Arab Saudi akan meniadakan salat berjamaah di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah selama bulan suci Ramadan sebagai langkah pencegahan terhadap pandemi virus corona (COVID-19). Penutupan kedua masjid suci itu dikonfirmasi Presidensi Urusan Dua Masjid Suci melalui Twitter pada Selasa (21/4/2020).

Diwartakan Al-Arabiya, otorita yang bertanggung jawab atas tempat-tempat suci di Arab Saudi itu dalam tweetnya menetapkan bahwa Itikaf, atau beribadah semalaman di dalam masjid, akan ditangguhkan selama Ramadan, begitu juga dengan salat lima waktu dan salat malam selama Ramadan, Tarawih.Hal itu juga disampaikan oleh Presiden Jenderal Presidensi untuk Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdulrahman Al-Sudais dalam cuitan terpisah.

Setiap Ramadan, bulan paling suci dalam agama Islam, jamaah Muslim menghabiskan sepuluh hari terakhir dalam sebulan di itikaf atau isolasi di dalam masjid atau di rumah mereka untuk semata-mata mendedikasikan waktu mereka dalam doa dan membaca Quran.

Bulan lalu, Arab Saudi menangguhkan semua salat berjamaah di masjid di seluruh Kerajaan sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona. Selama waktu ini, satu-satunya salat berjamaah yang diizinkan untuk terus berjalan adalah di Dua Masjid Suci di Mekah dan Madinah tersebut.

Awal pekan ini, Dewan Sarjana Senior Arab Saudi mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk berdoa di dalam rumah mereka selama Ramadan jika mereka tinggal di negara-negara yang memberlakukan pembatasan virus corona seperti jam malam dan penguncian.

Keputusan untuk menghentikan salat di masjid-masjid terjadi setelah pertemuan antara badan keagamaan tertinggi Arab Saudi, Dewan Ulama Senior, dan Menteri Kesehatan di kerajaan itu.

“Ini dianggap sebagai kewajiban agama yang ditentukan oleh Syariah Islam dan aturan umum dan spesifiknya. Semua orang tahu bahwa pandemi ini membutuhkan tindakan pencegahan termasuk mencegah segala bentuk pertemuan tanpa terkecuali,” kata Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Mohammed al-Issa, saat itu.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya