Nol Kematian Virus Corona, Vietnam Longgarkan Aturan Jarak Sosial

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Kamis 23 April 2020 17:05 WIB
Vietnam sejak awal kasus virus corona memperketat karantina wilayah. (Foto/RFA)
Share :

HANOI – Vietnam, Kamis (23/4/2020) melonggarkan aturan menjaga jarak sosial, saat virus corona menjangkiti 268 orang dan nol kematian

Negara yang berbatasan dengan China itu, sejak awal menerapkan karantina wilayah alias lockdwon dan penelusuran kontak dalam mengendalikan virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Vietnam adalah salah satu negara pertama yang melarang penerbangan ke dan dari China pada awal Februari. Saat itu, Vietnam melaporkan belasan kasus virus corona, dan desa-desa berpopulasi 10.000 orang yang dekat dengan Hanoi langsung dikarantina.

Pemerintah Vietnam juga melacak orang yang pernah berinterkasi dengan pasien virus corona secara agresif.

Baca juga: "ATM Beras" Bantu Warga Miskin Vietnam di Tengah Lockdown COVID-19">Vietnam Bantu Warga Miskin dengan ATM Beras

Baca Juga: Bagaimana Vietnam Mengatasi Krisis Awal Virus Corona

Nguyen Trinh Thang, warga Hanoi berusia 72 tahun menceritakan dia dan kelompoknya ditugaskan untuk menangani kasus-kasus orang dalam pengawasan (ODP).

"Kami pergi ke setiap gang, mengetuk setiap pintu," kata Nguyen Trinh Thang kepada AFP menyitir Channel News Asia, Kamis (23/4/2020).

"Kami mengikuti panduan dari pemerintah kami bahwa memerangi pandemi itu seperti memerangi musuh kami," lanjut dia.

Takeshi Kasai, direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Pasifik Barat, mengatakan keberhasilan Vietnam dalam meyakinkan masyarakat untuk bekerja sama menjadi kunci.

"Mereka benar-benar melakukan peran mereka," katanya, menambahkan dia percaya sekitar 80.000 orang telah dikarantina.

"Saya pikir itulah alasan mengapa mereka dapat terus menjaga jumlah [infeksi] kecil," ujar Kasai.

Saat ini, hampir tidak ada penerbangan internasional yang tiba di Vietnam dan negara itu telah dikunci sebagian sejak awal April.

Jalan-jalan di Hanoi, yang biasanya dibanjiri sepeda motor, turis, dan pedagang menjadi sepi.

Kontrol ketat terbayar

Setelah melaporkan tidak ada infeksi baru selama enam hari berturut-turut pada Rabu, 22 April, pemerintah Vietnam mengatakan beberapa toko dan layanan akan diizinkan untuk dibuka kembali.

Beberapa kafe di Hanoi telah kembali beroperasi, meskipun jalan-jalan masih cukup sepi.

Pemerintah Vietnam yang komunis menempatkan puluhan ribu warganya di fasilitas karantina, termasuk warga negara asing.

Vu Thi Nhung dan putranya menghabiskan dua minggu tidur di ranjang susun asrama tanpa kasur di sebuah kamp di Hanoi setelah kembali dari Jerman pada bulan Maret.

Mereka makan tiga kali sehari yang diantar di depan kamar mereka.

"Anda tidak dapat membandingkannya dengan di rumah, tetapi mengingat Vietnam dan situasi epidemi, itu melebihi harapan saya," katanya kepada AFP.

Vietnam telah melakukan uji tes virus corona lebih dari 180.000 untuk 96 juta orang.

Pakar Vietnam Carl Thayer, seorang profesor emeritus di Universitas New South Wales, mengatakan jumlah kasus Vietnam harus ditangani dengan hati-hati karena Hanoi dapat menghukum siapa pun yang membantahnya.

"Banyak pendatang dari luar negeri, terlalu banyak orang menggunakan ponsel, terlalu banyak orang di internet (untuk ditutup-tutupi)," kata dia. 

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya