Pada 27 Maret, keluarganya mendapat informasi bahwa dia telah meninggal dunia. Mereka ditunjukkan sesosok mayat di kamar jenazah rumah sakit, namun mereka harus melihat dari jauh karena risiko penularan Covid-19.
De no creer. Alba Maruri, 74 años, paciente de Covid-19 fue dada por muerta el 27 de marzo en hospital del Suburbio y su familia recibió sus cenizas. Resulta que cremaron a otra persona y Alba estuvo inconsciente 3 semanas hasta ayer, que preguntó por su hermana. #Guayaquil pic.twitter.com/vuTvbrGpz8
— LaHistoria (@lahistoriaec) April 25, 2020
Keponakan Maruri, Jaime Morla, mengatakan kepada para pegawai rumah sakit bahwa dirinya mengira jasad itu adalah tantenya.
"Saya takut melihat wajahnya. Posisi saya satu setengah meter [dari jenazah]. Rambutnya sama, warna kulitnya sama," kata Morla kepada kantor berita AFP.
Jenazah itu kemudian dibawa untuk dikremasi dan abunya dikirim ke keluarga Maruri.