"Kami berharap ada bantuan dari pemerintah karena kami semua kesulitan dalam kondisi ini," kata dia.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengakui, mekanisme Kartu Prakerja memang di luar dari harapannya. Prosesnya yang sulit dan cukup membingungkan membuat para buruh kesulitan.
Persoalan itu sudah disampaikan Ganjar kepada pemerintah pusat. Dia meminta, seluruh buruh agar yang terdampak dan tidak bisa mengakses sistem Kartu Prakerja, dapat di-backup dengan data manual.
"Sebab kalau hanya lewat satu pintu, sulit masuknya. Apalagi kuota hanya 5,5 juta itu, sekarang pendaftarnya sudah 7 juta. Kami sudah koordinasi dan kami sampaikan pada presiden soal ini. Kami mendorong agar bisa dikirim manual, silakan nanti pusat melakukan verifikasi," terangnya.
(Salman Mardira)