Jeritan Pedagang Kecil saat PSBB di Surabaya Diterapkan

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 28 April 2020 12:20 WIB
Foto Ilustrasi Okezone
Share :

Beki menyayangkan, belum adanya bantuan yang diterimanya, bahkan keringanan pembayaran sewa kios pasar dan pembayaran beban listrik pun tak diterimanya.

“Alasannya karena digunakan usaha tidak ada potongan listrik, sewa kios juga tidak ada potongan sama sekali, tetap dibayar enam bulan sekali. Kasihan pedagang kecil – kecil pada mengeluh di sini,” bebernya.

Lain Subeki, lain pula Anis Nur Hidayah, pedagang makanan lalapan di kawasan Wonokromo Surabaya ini mengaku pasrah omzet dagangannya menurut tajam.

“Sebelum ada PSBB sudah turun hampir 80 persen. Apalagi saya biasanya jualannya malam, puasa ini tambah menurun apalagi nanti kalau ada PSBB saya pasrah,” keluhnya, saat dihubungi.

 

Anis panggilan akrabnya, berharap pemerintah memberikan solusi pedagang kecil sepertinya ini. Di tengah pandemi corona, ia tak jarang harus kucing – kucingan dengan petugas yang melakukan penyisiran saat malam hari.

“Memang kami telah melakukan anjuran pemerintah untuk menyarankan pembeli dibungkus, tapi tidak semuanya mau. Kadang mereka terpaksa makan di sini, cuma pas ada petugas kadang ya kasihan masih makan diobraki (dibubar),” jelasnya.

Dua pedagang tersebut menjadi potret dari banyak pedagang yang terkena efek adanya pandemi corona ini.

“Semoga saja wabah corona ini segera berakhir biar kita itu bisa berjualan normal lagi, masyarakat juga tidak takut lagi kalau keluar – keluar,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya