BOGOR – Sebanyak 300 orang terdiri atas pedagang dan pengunjung di Pasar Bogor, Kota Bogor, mengikuti rapid test massal Covid-19. Tes cepat massal itu dilakukan untuk mengidentifikasi sumber penyebaran virus corona.
Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan rapid test massal ini dilakukan karena dari analisis penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama di Kota Bogor, mereka yang terpapar mayoritas yang setiap hari berada di tempat umum.
"Analisis PSBB pertama kemungkinan terpapar adalah orang-orang yang berinteraksi di pasar dan stasiun sebagian besar beraktivitas di tempat umum. Kita menyasar ke sana," kata Bima, Rabu (29/4/2020).
Ia melihat beberapa pertokoan tidak dikecualikan saat PSSB, terutama di kawasan Pasar Bogor sudah mulai tertib. Namun, masih terdapat pedagang kecil yang berjualan, tetapi mendapat toleransi.
"Toko-toko mulai tertib, tapi kita fokuskan pedagang di jalan. Ada beberapa pedagang kecil kita masih toleransi, tapi harus diatur. Satpol PP kita suruh pantau untuk tidak berkerumun diawasi," ucapnya.
Di sisi lain, lanjut Bima, penerapan sanksi PSBB tahap dua dalam 14 hari ke depan akan lebih tegas dari sebelumnya. Untuk itu, ia meminta warga Kota Bogor tidak melanggar aturan PSBB.