300 Pedagang dan Pengunjung Pasar Bogor Jalani Rapid Test Massal

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Rabu 29 April 2020 13:27 WIB
Sebanyak 300 orang terdiri atas pedagang dan pengunjung Pasar Bogor menjalani rapid test. (Ist)
Share :

BOGOR – Sebanyak 300 orang terdiri atas pedagang dan pengunjung di Pasar Bogor, Kota Bogor, mengikuti rapid test massal Covid-19. Tes cepat massal itu dilakukan untuk mengidentifikasi sumber penyebaran virus corona.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan rapid test massal ini dilakukan karena dari analisis penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama di Kota Bogor, mereka yang terpapar mayoritas yang setiap hari berada di tempat umum.

"Analisis PSBB pertama kemungkinan terpapar adalah orang-orang yang berinteraksi di pasar dan stasiun sebagian besar beraktivitas di tempat umum. Kita menyasar ke sana," kata Bima, Rabu (29/4/2020).

Ia melihat beberapa pertokoan tidak dikecualikan saat PSSB, terutama di kawasan Pasar Bogor sudah mulai tertib. Namun, masih terdapat pedagang kecil yang berjualan, tetapi mendapat toleransi.

"Toko-toko mulai tertib, tapi kita fokuskan pedagang di jalan. Ada beberapa pedagang kecil kita masih toleransi, tapi harus diatur. Satpol PP kita suruh pantau untuk tidak berkerumun diawasi," ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Bima, penerapan sanksi PSBB tahap dua dalam 14 hari ke depan akan lebih tegas dari sebelumnya. Untuk itu, ia meminta warga Kota Bogor tidak melanggar aturan PSBB.

"Mulai besok kita akan ada sanksi, dua hari ini sosialisasi besok kalau ada pelanggaran kita beri sanksi ada pidana. PSBB tahap kedua ini pokoknya lebih ketat besok kita lakukan tindak pidana di lapangan. Hukumannya lihat aja nanti," tutur Bima.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya, Muzakir mengatakan rapid test dilaksanakan karena hasil kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

"Kita ke Dinkes minta untuk difasilitasi rapid test di sekitar pasar ini. Pasar yang kita libatkan Pasar Bogor, Plaza Bogor Sukasari, PKL Pedati Lawang Seketeng dan petugas," ucap Muzakir.

Muzakir mengungkapkan, ada 300 orang terdiri atas pedagang dan pengunjung di Pasar Bogor diambil secara acak untuk mengikuti rapid test massal ini.

"Kita acak secara random, yang dilibatkan pedagang, pengurus pasar dan pengunjung," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya