Perencanaan PSBB di Gowa Disebut Bisa Jadi Contoh Nasional

Herman Amiruddin, Jurnalis
Rabu 29 April 2020 13:47 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah rapat koordinasi dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)
Share :

Sementara itu, jelas Bupati Adnan, pintu masuk ke Gowa akan dilakukan pemeriksaan secara ketat. Demikian juga berkaitan dengan larangan pembatasan terkait PSBB, berbagai pihak meminta diberikan pengecualian, ia pun menjelaskan jika tidak terdapat dalam aturan maka tak ada ruang untuk ditoleransi.

"Kami sepakat tidak ada satu pun asosiasi kami akomodir kecuali memang telah diatur dalam aturan PSBB. Tetapi di luar dari aturan PSBB, kami tidak akan melakukan pengecualian, karena yang kita inginkan mereka betul-betul tidak ke Gowa, tidak beraktivitas di Kabupaten Gowa," jelasnya.

Di dalam pelaksanaan PSBB, Pemkab Gowa juga telah menyiapkan jaring pengaman sosial. Terdapat lima stimulan untuk masyarakat.

Pertama dari pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Kedua adalah sembako covid-19 atau bantuan sosial tunai dari Menteri Sosial/Presiden. Ketiga, BLT dari Dana Desa, ini hasil revisi dan refocusing anggaran.

Keempat, disiapkan paket sembako yang diambil dari APBD Kabupaten Gowa dan juga bantuan dari Gubernur, bantuan keuangan yang diberikan kepada Pemerintah Gowa yang akan dibelikan paket sembako, yang akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak.

Kelima, dibuat dapur umum di 18 kecamatan dan ini melibatkan PKK, Persit dan Bhayangkari, organisasi perempuan, pemuda, serta kemasyarakatan.

Adnan menyampaikan di Kabupaten Gowa total ada 224.404 kepala keluarga (KK). Namun, tentu tidak semua mendapat bantuan. Sebab dari jumlah itu, ada orang yang masuk kategori mampu.

Sedangkan warga terdampak covid-19, terang dia, datanya telah dimiliki setelah dilakukan penelusuran ulang bersama camat, lurah dan kepala desa, serta aparat terkait.

"Ini warga yang terdampak, artinya dia menjadi miskin karena covid-19. Tadinya dia tidak miskin menjadi miskin. Jumlah yang kami dapatkan 21.111 kepala keluarga," paparnya.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya