IWENG (33) masih tidak habis pikir wabah virus corona telah menghancurkan pendapatannya. Di tengah pandemi, ia masih sibuk merapihkan jejeran motor yang ada di lahan parkir depan Stasiun Tebet.
Jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB. Namun pemotor yang 'mampir' ke parkirannya baru 20 unit. Biasanya, pada pukul yang sama sudah ada ratusan motor bertandang di tempatnya.
"Gara-gara corona parkiran jadi sepi," kata Iweng saat ditemui Okezone di tempat kerjanya, Kamis (30/4/2020).
Iweng menuturkan, wabah corona telah menyurutkan minat warga untuk naik kereta api listrik (KRL) dari Stasiun Tebet. Alhasil, pelanggan yang biasanya memarkirkan motor di tempatnya menjadi berkurang.
"Kalau dalam kondisi normal motor bisa masuk sekitar 200-an. Tinggal dikali aje goceng, bisa sekitar satu juta. Pahit-pahitnya Rp600ribu," ujar dia.
"Tapi sekarang paling 20 motor, cuma Rp100ribu doang, bahkan kaga nyampe," tambahnya.
Iweng mengaku mendapatkan upah harian selama bekerja sebagai penjaga parkir. Menurunnya pendapatan parkir milik bos otomatis berpengaruh pada kantongnya. Bahkan ia tak mampu lagi mengucapkan nominal pendapatannya hari ini karena terlalu kecil.