Pasar Bintoro Demak Terapkan Jaga Jarak Antar Pedagang

Taufik Budi, Jurnalis
Kamis 30 April 2020 13:41 WIB
Pasar Bintoro Demak. (Foto : iNews/Taufik Budi)
Share :

SEMARANG – Pasar tradisional menjadi tempat yang acap kali terjadi kerumunan untuk pengunjung membeli barang. Namun, berbeda dengan pasar satu ini karena telah menerapkan jaga jarak hingga dua meter dan hanya beroperasi pada dini hari.

Pasar Bintoro Demak yang biasanya berjubel kini telah menerapkan protokol kesehatan. Dua hari ini, Jalan Sultan Fatah Demak yang berada di depan pasar, disulap menjadi lapak-lapak pedagang. Tanpa bangunan, melainkan hanya garis-garis kotak di sepanjang jalan.

Pantauan di lokasi, dua baliho peringatan pencegahan virus corona terpasang di pagar dekat pintu utama pasar. Di baliho tertulis kalimat berbahasa Jawa yang bernada imbauan kepada pedagang yang berjualan di luar pasar, untuk menempati atau membuka dasaran di tempat yang disediakan Pemkab Demak. Mulai dari jalan depan pasar sampai jembatan Kracaan hingga jembatan Pecinan.

Para pedagang yang biasa menempati tepian jalan sepanjang pasar itu akhirnya berpindah ke tengah jalan. Mereka menempati di dalam garis kotak bercat warna kuning. Masing-masing kotak ukurannya sekira 2 x 2 meter persegi. Tercatat ada sekitar 110 kotak yang berada di sepanjang jalan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bintoro Demak, Abdul Fatah, mengatakan, penataan pedagang dengan menjaga jarak ini memang berdasarkan imbauan dari pemerintah daerah. Sebelumnya, para pedagang berjualan dengan cara saling berhimpitan satu sama lain.

"Tujuannya untuk mengurangi penyebaran Covid-19," kata Fatah ditemui di lokasi, Kamis (30/4/2020).

Pemerintah daerah memanfaatkan badan jalan raya ini untuk dipakai para pedagang sehingga mereka tidak berdagang dengan berhimpitan. Dengan menempati garis kotak yang juga diberi nomor, jarak pedagang satu dengan lain sekira 1,5 meter hingga 2 meter.

“Kebijakan pemerintah itu berdampak positif dalam bentuk pengurangan kerumunan. Pedagang bisa menempati jalan raya dari pukul 00.00-06.00 WIB," katanya.

Pembatasan jam beroperasi para pedagang bertujuan agar pengendara bisa kembali melintas di jalan raya tersebut. Bila stok dagangannya masih ada, pihaknya mempersilakan pedagang berpindah ke lapak yang berada di bagian dalam gedung pasar di lantai 2.

Baca Juga : Belajar dari Salatiga, Ubah Jalan Jadi Pasar Cegah Corona

Dari pantauannya dalam dua hari terakhir, tidak lagi dijumpai adanya aktivitas pedagang dan pembeli yang saling berdekatan saat transaksi. Pedagang menempati garis kotak untuk berjualan. Di dalam pasar, juga ada sekat yang dibuat untuk para pedagang sehingga masih menjaga jarak.

"Tidak ada lagi uyek-uyekan, istilahnya," ujar Fatah.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya