Juli menuturkan, karena penularan virus corona ini positif dari manusia ke manusia, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang harus benar-benar diwaspadai. Seperti kejadian di salah satu wilayahnya yaitu Kecamatan Kerjo. Di mana, salah satu perantau dari Jakarta yang berprofesi sebagai pedagang keliling ini ternyata positif Covid-19.
Padahal, awalnya pedagang keliling yang tak disebutkan namannya ini tidak merasakan kalau dirinya terpapar virus corona. Terdeteksi bila virus corona ada di dalam tubuh perantau ini, ungkap Juli, saat perantau ini mengalami gejala pilek batuk disertai panas.
"Padahal (perantau ini) wis tekan endi-endi (sudah kemana-mana).Mbuh sing didodoli siapa (tidak tahu yang dijualin siapa), sing disalami sapa tidak tahu (yang disalami siapa), saat dia merasa sehat. Saat dinyatakan Covid-19, terus di traking, 200 orang sekitarnya terpaksa dikarantina," ujarnya.
Untuk menghambat agar jumlah warga terpapar tidak bertambah, Juli kembali meminta agar warganya tetap berada di rumah sambil berdoa semoga pandemi ini di pertengahan bulan suci Ramadhan ini berakhir.
(Arief Setyadi )