DAR ES SALAAM - Presiden Tanzania John Magufuli mempertanyakan jumlah kasus virus corona, dan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki dugaan adanya sabotase di laboratorium nasional.
Negara Afrika Timur itu telah mencatat 480 kasus virus dan 16 kematian pada pembaruan terakhir pada Rabu, 29 April.
Pemerintah Magufuli mendapat kecaman dari pihak oposisi karena diduga menyembunyikan informasi kasus virus corona dan tidak menanggapi serius wabah.
Magufuli mengatakan bahwa orang yang dites positif untuk virus mungkin tidak sakit, dan meragukan kredibilitas peralatan laboratorium dan teknisi.
"Peralatan atau pegawai mungkin melakukan sabotase," kata Magufuli mengutip AFP, Senin (4/5/2020).