Pepaya dan Kambing Positif Virus Corona, Presiden Tanzania Tuduh Ada Sabotase

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Senin 04 Mei 2020 09:49 WIB
Presiden Tanzania John Magufuli. (Foto/African Exponen)
Share :

DAR ES SALAAM - Presiden Tanzania John Magufuli mempertanyakan jumlah kasus virus corona, dan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki dugaan adanya sabotase di laboratorium nasional.

Negara Afrika Timur itu telah mencatat 480 kasus virus dan 16 kematian pada pembaruan terakhir pada Rabu, 29 April.

Pemerintah Magufuli mendapat kecaman dari pihak oposisi karena diduga menyembunyikan informasi kasus virus corona dan tidak menanggapi serius wabah.

Magufuli mengatakan bahwa orang yang dites positif untuk virus mungkin tidak sakit, dan meragukan kredibilitas peralatan laboratorium dan teknisi.

"Peralatan atau pegawai mungkin melakukan sabotase," kata Magufuli mengutip AFP, Senin (4/5/2020).

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai pengujian terhadap hewan dan buah-buahan di laboratorium.

Menurut Magufuli, pepaya, burung puyuh dan seekor kambing terbukti positif virus corona dan ia mencurigai adanya permainan kotor di laboratorium.

"Itu berarti ada kemungkinan kesalahan teknis atau alat impor ini memiliki masalah. Mungkin, teknisi sengaja membuat hasil yang menyesatkan," ujarnya.

Magufuli meminta di Menteri Konstitusi dan Urusan Hukum, Mwigulu Nchemba menyelidiki adanya dugaan sabotase di laboratorium.

Nchemba menjadi menteri setelah Augustine Mahiga meningga. Ia salah satu dari tiga anggota parlemen yang meninggal dalam waktu 11 hari.

Tidak ada informasi yang diberikan atas penyebab kematian anggota parlemen.

Namun satu anggota parlemen dinyatakan positif terkena virus korona pada bulan April, dan pihak oposisi mengumumkan bahwa mereka memerintahkan anggota yang berada di parlemen untuk berhenti pergi ke Gedung Parlemen dan mengisolasi diri.

Tanzania adalah salah satu dari sedikit negara di Afrika yang belum mengambil langkah-langkah ketat untuk melawan virus corona.

Magufuli juga mengatakan Tanzania sedang dalam tahap kerja sama dengan Madagaskar untuk membeli ramuan yang diklaim negara pulau itu bisa menyembuhkan pasien Covid-19 dalam 10 hari.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya