“Mereka jumlahnya tidak banyak 3 orang. Bulan Februari lalu dibawa bekerja ke Malinau lalu di PHK di Malinau Setelah di PHK kemudian mereka ke Balikpapan dengan menumpang truk selama 3 hari, 3 malam sejak 27 April 2020. Sekarang terdampar di Balikpapan, di Balikpapan Baru, ini tidak jelas tujuannya, sudah kita lakukan rapid test,” jelas Rizal.
Diakui Rizal pihaknya direpotkan dengan kasus seperti ini. Untungnya tidak banyak kasus seperti ini ditemukan. Meski akhirnya pihaknya menangani karena sisi kemanusian dan juga sisi kesehatan.
“Dalam hal ini memang agak repot menangani masyarakat yang tidak jelas, tapi tiba-tiba ada di Balikpapan. Padahal semua pintu kan sudah ditutup, ini merepotkan kita, sementara terpaksa kita tangani,” tukasnya.
(Khafid Mardiyansyah)