JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partonan Daulay mengusulkan, Pemerintah menggalakkan program padat karya guna mengantisipasi ledakan pengangguran pada Mei-Juni. Menurut Saleh, padat karya merupakan program jangka pendek paling mudah untuk mengantisipasi banyaknya pengangguran baru.
Usulan itu terkait kembalinya para pekerja migran Indonesia pada Mei-Juni 2020. Berdasarkan catatan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), akan ada 34.300 pekerja migran dari seluruh dunia yang bakal pulang kampung ke Indonesia .
"Yang paling mudah adalah menggalakkan program padat karya melalui dana desa yang ada, atau dana infrastruktur yang besar itu diubah menjadi program padat karya," kata Saleh saat berbincang dengan Okezone, Selasa (12/5/2020).
Saleh menyebutkan, program program padat karya yang bisa dilakukan adalah, pembangunan jalan di desa hingga pembangunan fasilitas masyarakat desa seperti ruang pertemuan atau irigasi.
Baca juga: Pemerintah Harus Antisipasi Ledakan Pengangguran Pasca-Pulangnya 34 Ribu TKI
Menurut Saleh, program jangka pendek itu cukup praktis dan paling mudah dilakukan Pemerintah untuk mengantisipasi ledakan pengangguran. Meskipun, program tersebut hanya bisa mempertahankan para pengangguran untuk bekerja dalam waktu sekira tiga sampai lima bulan.