Zulkhairi menyebutkan, pihaknya belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses identifikasi para korban.
“Yang utuh mungkin bisa lebih cepat (identifikasinya). Namun untuk yang tidak utuh, butuh pemeriksaan lebih jauh bahkan sampai pemeriksaan DNA (deoxyribonucleic acid),” tukasnya.
Baca juga: Kesaksian Korban Selamat dari Kebakaran Kapal Tanker di Belawan
Untuk kepentingan identifikasi, sambung Zulkhairi, mereka kini telah membuka posko ante mortem dan post mortem. Ia pun meminta agar masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya sehubungan dengan insiden kebakaran itu, untuk melapor ke posko tersebut.
“Segera melapor ke kita dengan membawa data-data pendukung. Seperti rekaman sidik jari korban, ijazah atau KTP yang ada sidik jarinya. Atau membawa rekam gigi korban. Itu semua akan membantu proses identifikasi menjadi lebih cepat,” tandasnya.