LORONG gang kumuh di kawasan Pasar Tanah Abang tampak riuh. Belum menjelang siang, Senin (18/5/2020) para pedagang terpaksa harus 'menggulung' dagangannya. Pintu kios yang terjejer sepanjang gang tampak sudah ditutup.
Eko (45) hanya bisa pasrah saat derap langkah petugas Satpol PP menghampiri tempatnya melapak. Pria yang sehari-hari berdagang baju dan jilbab itu 'manut' saat disuruh menggulung dagangannya.
Eko 'nekat' berjualan di tengah pandemi corona karena untuk mencukupi kebutuhan hidup. Ia terpaksa kembali melapak karena anak dan istrinya butuh makan.
"Kalau tak jualan, kita tak makan," ucapnya saat ditemui Okezone di kawasan Pasar Tanah Abang.
Seketika cuaca di kawasan Tanah Abang menjadi mendung. Para pedagang bergegas merapikan barang dagangannya khawatir diguyur hujan. Eko kembali berujar, saat ini adalah masa sulit yang harus dihadapinya.
"Susah juga kalau harus hidup berdamai sama corona, nggak ada jaminan dagangan kita selaris seperti sebelumnya. Ini aje udeh susah," imbuhnya.
PSBB 'Ambyar'