ABK WNI di Kapal China: Teman Saya Meninggal Setelah Disiksa, Mayat Disimpan Sebulan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 20 Mei 2020 08:21 WIB
Mashuri (dua dari kanan). (Foto: Dokumen Mashuri)
Share :

JAKARTA – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia, yang bekerja di di kapal "purse seine" atau pukat cincin Fu Yuan Yu 1218 berbendera China, memberikan kesaksian tentang penyiksaan yang terjadi.

"Teman saya meninggal karena disiksa lalu disimpan sebulan di tempat pendingin ikan dan dibuang ke laut. Sementara, kami berempat tidak tahan dipukul, disiksa, akhirnya kami selamat dengan melompat dari kapal, 12 jam terombang-ambing di laut,” klaim Mashuri, kepada wartawan BBC News Indonesia Raja Eben Lumbanrau.

Dia dan teman WNI lainnya mengaku mengalami apa yang dia sebut "perbudakan" selama enam bulan di atas kapal. ABK ini mengungkap dirinya disalurkan oleh agen PT Mandiri Tunggal Bahari atau MTB yang berlokasi di Tegal, Jawa Tengah.

MTB adalah perusahaan yang sama yang menyalurkan Herdianto, ABK Indonesia yang meninggal dan dilarung di laut Somalia oleh kapal berbendera China bernama Luqing Yuan Yu 623.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyatakan pada Selasa (19/05) telah menetapkan MH dan S dari agen MTB sebagai tersangka. Keduanya berasal dari Tegal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya