BENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi, Fatmawati- Soekarno, Bengkulu mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di tujuh daerah di Provinsi Bengkulu, pada hari ini hingga tiga hari ke depan.
Tujuh daerah itu, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Lebong, dan Kabupaten Kaur. Prediksi cuaca ekstrem tersebut berupa potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat di daerah tersebut.
Selain cuaca ekstrem, BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati-Soekarno, juga memprediksi terjadinya gelombang air laut yang mencapai 4,0 meter di perairan Bengkulu, dan di perairan pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, hingga Samudera Hindia Barat Bengkulu mencapai 5,0 meter.
Forcaster BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Haris Syahid Hakim mengatakan, cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Bengkulu, adanya gangguan di Barat Sumatera, berupa tekanan rendah di bagian Samudera Hindia.
Sehingga, kata Haris, sedikit mempengaruhi tinggi gelombang, angin permukaan dan memicu meningkatkan curah hujan terutama di daerah-daerah pegunungan di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia''.
''Ada gangguan di Barat Sumatera, berupa tekanan rendah jadi mempengaruhi tinggi gelombang, angin permukaan dan memicu meningkatkan curah hujan,'' kata Haris, saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (26/5/2020).
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, jelas Haris, diprediksi lebih dominan terjadi di wilayah bagian Utara Bengkulu, di mana cuaca ekstrem tersebut diprediksi akan terjadi 2 hingga 3 hari ke depan.
Selain itu, lanjut Haris, saat ini di Bengkulu sedang memasuki musim peralihan dari hujan ke kemarau. Bengkulu tidak mengenal musim hujan atau kemarau atau non zom (non zona musim).
''Hujan dominan diprediksi terjadi di wilayah bagian Utara Bengkulu,'' pungkas Haris.
(Ahmad Luthfi)