Namun hingga kini pemerintahan Trump memberikan beberapa keringanan bagi sejumlah perusahaan, terutama dari Rusia, yang masih bergabung bersama Iran untuk melaksanakan perjanjian tersebut.
Amerika Serikat akan secara khusus menghapus beberapa keringanan yang memungkinkan modifikasi reaktor air di Arak untuk mencegah penggunaan plutonium bagi keperluan militer, demikian juga dengan ekspor sisa bahan bakar dan bahan bekas reaktor riset nuklir tersebut.
Pompeo menyampaikan Amerika Serikat telah mengeluarkan keringanan terakhir selama 60 hari yang memungkinkan sejumlah perusahaan yang terlibat untuk menyelesaikan kegiatan operasi dalam proyek tersebut.
Amerika Serikat, bagaimanapun, tidak berupaya untuk menghentikan dukungan internasional terhadap Bushehr, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, di mana Rusia menjadi pemasok bahan bakar.