Pompeo menjelaskan Amerika Serikat memberikan keringanan perpanjangan 90 hari kepada Bushehr untuk "memastikan keamanan dan keselamatan dalam operasi itu" namun berhak untuk memodifikasi sesuai dengan keinginannya.
Dalam membenarkan perihal tersebut, Pompeo juga merujuk pada komentar pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang baru-baru ini mengatakan hal itu merupakan "tugas Islam" untuk berjuang bagi "pembebasan Palestina" dan mengecam para pendukung Israel.
Pompeo menuduh Khamenei memicu Holocaust, dengan menyatakan: "Retorika rezim keji hanya memperkuat tekad masyarakat internasional untuk melawan ancamannya."
Inggris, Prancis dan Jerman - bersama dengan Rusia dan China - masih mendukung perjanjian nuklir itu, dan menyampaikan perjanjian itu terlaksana dengan mengurangi aktivitas nuklir Iran.
(Rachmat Fahzry)