Protes Kematian George Floyd di Beberapa Kota Berubah Jadi Kerusuhan, Minneapolis Mencekam

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 30 Mei 2020 17:09 WIB
Pengunjuk rasa menggelar aksi di depan sebuah restoran di Minneapolis, 29 Mei 2020. (Foto: AP)
Share :

Demonstrasi terjadi di berbagai kota di AS memprotes kematian Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun yang meninggal di Minneapolis pada Senin (26/5/2020) setelah seorang polisi kulit putih menekan lututnya ke lehernya. Floyd sempat berteriak mengatakan tak bisa bernafas sebelum kemudian tergeletak tak bergerak dan dinyatakan meninggal. Petugas itu ditangkap pada Jumat (29/5/2020) atas tuduhan pidana.

Kematian Floyd menyulut protes besar yang berujung kerusuhan di Minneapolis, yang telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut. Demonstran telah melakukan perusakan, penjarahan, di kota itu, bahkan beberapa bangunan, termasuk sebuah kantor polisi telah dibakar massa.

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey telah mengumumkan keadaan darurat di Minneapolis dan kota kembarnya, St. Paul pada Kamis (28/5/2020) dan menerjunkan pasukan Garda Nasional untuk membantu mengamankan kota, namun keadaan masih mencekam.

Sejauh ini Presiden AS Donald Trump telah meminta demonstran untuk tidak melanjutkan kerusuhan, menyebut para penjarah sebagai “penjahat” yang merusak kenangan tentang Floyd. Dia juga meminta Biro Penyelidik Federal AS (FBI) untuk melakukan penyelidikan mengenai apakah pelanggaran hukum hak-hak sipil dalam kematian Floyd.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya