Namun, bila uji coba itu tetap dipaksakan dengan alasan untuk membiasakan anak bersekolah dikondisi normal, Muhammadiyah telah melakukan persiapan dengan matang.
"Tapi kalau itu menjadi suatu keharusan saya rasa (Muhammadiyah) bisa siap. Karen jumlah guru dan jumlah kelas memadai. Lantas bagaimana dengan sekolah yang jumlah kelas dan jumlah gurunya kurang,"ujarnya.
Menurut Samsuri, selama ini, di sekolah yang dikelola Muhammadiyah ada kelas-kelas tertentu yang jumlah gurunya untuk perkelas sebanyak dua orang guru. Yang harus dipikirkan bila Bupati Karanganyar "Kekeuh" menerapkan uji coba sekolah, itu adalah tentang protokol kesehatan.
"Protokol kesehatan seperti apa yang akan diterapkan pada anak-anak. Karena protokol kesehatan yang diterapkan pada orang dewasa sangat berbeda dengan anak-anak. Termasuk kurikulum pembelajaran itupun harus dipersiapkan ulang," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )