Di tengah wabah Covid-19 saat ini, Jakaria tak bisa berbuat banyak selain berharap kondisi keuangan perusahaan stabil kembali. Yang paling dikhawatirkannya, jika kondisi itu terus-menerus tak kunjung mengalami perbaikan hingga berbuah pada PHK massal.
"Mudah-mudahan jangan sampai PHK, bisa makin sulit kehidupan kita pak. Apalagi kita kebanyakan sudah berkeluarga semua, ada tanggungan anak-isteri, bayar kontrakan, bisa stres kalau mikirin jauh ke sana," ucap pria beranak 3 itu.
Saat dikonfirmasi, pihak PT EKI sendiri mengakui bahwa kondisi keuangan perusahaan tengah kembang-kempis. Kondisi itu semakin parah sejak satu bulan terakhir, lantaran dana cadangan perusahaan habis tersedot untuk pembayaran cicilan gaji pekerja dan menutupi dana talangan biaya produksi.
"Saya sudah menyampaikan secara langsung kepada para pekerja, belum bisa membayarkan THR lebaran karena kondisi keuangan perusahaan. Tapi saya sekuat tenaga berupaya agar jangan sampai ada PHK, karena total pekerja di konsorsium ini mencapai 100-an ribu, ada di beberapa tempat. Saya tahu ini situasi sulit," kata Direktur Utama PT EKI, Satrio Wibowo dihubungi terpisah.